Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Juni 2013

Cara budidaya rumput laut di tambak Yang Baik dan Menguntungkan

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya rumput laut di tambak Yang Baik dan Menguntungkan ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :


Cara budidaya rumput laut di tambak
Yang Baik dan Menguntungkan
Secara umum, budidaya rumput laut Indonesia masih dilakukan dengan sederhana. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya rumput laut, yang juga dapat menentukan keberhasilan budidaya itu sendiri. Faktor-faktor tersebut adalah :


  • 1. Pemilihan lokasi yang memenuhi persyaratan bagi jenis rumput laut yang akan dibudidayakan. Hal ini perlu dilakukan karena ada perlakukan yang berbeda untuk tiap jenis rumput laut
  • 2. Pemilihan atau seleksi bibit yang baik, penyediaan bibit dan cara pembibitan yang tepat.
  • 3. Metode budidaya yang tepat
  • 4. Pemeliharaan tanaman
  • 5. Metode panen dan perlakuan pasca panen yang benar
  • 6. Pembinaan dan pendampingan secara kontinyu kepada petani.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk budidaya rumput laut di perairan pantai, yaitu :

1. Pemilihan Lokasi


Beberapa persyaratan yang diperhatikan terkait dengan lokasi yakni : perairan cukup tenang, terlindung dari pengaruh angin dan ombak; tersedianya sediaan rumput alami setempat (indikator); juga dengan kedalaman yang tidak boleh kurang dari dua kaki (sekitar 60 cm) pada saat surut terendah dan tidak boleh lebih dari tujuh kaki (sekitar 210 cm) pada saat pasang tertinggi. Selain itu juga harus didukung dasar perairan (tipe dan sifat substratum) yang digunakan. Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah kualitas air, akses tenaga kerja, perizinan, dan sebagainya.


2. Melakukan uji penanaman


Setelah menemukan lokasi yang secara umum sudah baik, perlu dilakukan uji penanaman untuk mengetahui apakah daerah tersebut memberikan pertumbuhan yang baik atau tidak. Pengujian dilakukan dengan metode tali dan metode jaring. Pada metode tali digunakan tali monofilament atau polyethilene yang diikatkan pada dua tiang pancang yang dipasang dengan jarak sekitar 12 meter. Sedangkan pada metode jaring dapat menggunakan jaring monofilament atau polyethilene dengan ukuran 5 x 2.5 m yang diikatkan pada tiang pancang.

3. Menyiapkan areal budidaya

Setelah lokasi sudah dipastikan cukup baik, maka dilakukan persiapan lahan sebagai berikut :


  • a. Bersihkan dasar perairan lokasi budidaya dari rumput-rumput laut liar dan tanaman pengganggu lain yang biasa tumbuh subur.
  • b. Bersihkan calon lokasi dari karang, batu, bintang laut, bulu babi, maupun hewan predator lainnya.
  • c. Menyiapkan tempat penampungan benih (seed bin), bisa terbuat dari kerangka besi dan berjaring kawat atau dari rotan, bambu, ukurannya bervariasi 2 x 2 x 1.5 meter atau 2 x 2 x 1.5 – 1.7 meter.

4. Memilih metode budidaya yang akan digunakan

Membudidayakan rumput laut di lapangan (field culture) dapat dilakukan dengan tiga macam metode berdasarkan posisi tanaman terhadap dasar perairan, yakni metode dasar, metode lepas dasar, dan metode apung.


  • a. Metode dasar (bottom method)
  • Metode dasar adalah metode pembudidayaan rumput laut menggunakan benih bibit tertentu, yang telah diikat, kemudian ditebarkan ke dasar perairan, atau sebelum ditebarkan benih di ikat dengan batu karang. Metode ini juga terbagi atas dua yaitu : metode sebaran (broadcast) dan juga metode budidaya dasar laut (bottom farm method).
  • b. Metode lepas dasar (Off-bottom method)
  • Metode ini dilakukan dengan mengikatkan benih rumput laut (yang diikat dengan tali rafia) pada rentangan tali nilon atau jaring di atas dasar perairan dengan menggunakan pancang-pancang kayu. Metode ini terbagi atas : metode tunggal lepas dasar (Off-bottom monoline method), metode jaring lepas dasar (Off-bottom-net method), dan metode jaring lepas dasar berbentuk tabung (Off-bottom-tabular-net method).
  • c. Metode apung (floating method)
  • Metode ini merupakan rekayasa bentuk dari metode lepas dasar. Pada metode ini tidak lagi digunakan kayu pancang, tetapi diganti dengan pelampung. Metode ini terbagi menjadi : metode tali tunggal apung (Floating-monoline method), dan metode jaring apung (Floating net method).

5. Penyediaan bibit

Setelah dipilih metode budidaya yang akan dilakukan, langkah selanjutnya adalah penyediaan bibit. Bibit dikumpulkan dari pembibitan langsung, dilakukan dengan beberapa metode pengumpulan benih, yaitu :


  • a. Metode penyebaran secara spontan
  • Potongan-potongan (fragmen tetrasporotphyte) diletakkan pada jaring-jaring benih (seed nets) dan dapat pula diletakkan pada potongan-potongan batu di dalam tangki pengumpul yang telah diisi air laut. Setelah itu dibiarkan hingga tetraspora menyebar secara spontan.
  • b. Metode kering
  • Tetrasporotphyte dikeringkan dibawah sinar matahari selama tiga jam, kemudian ditempatkan dalam tangki seperti motode a di atas. Prosedur berikutnya sama dengan metode a.
  • c. Metode kejutan osmotic
  • Tetrasporotphyte direndam dalam air laut berkonsentrasi 1,030 g/cm3 selama 25 menit, kemudian direndam ke dalam air laut berkonsentrasi normal sambil diaduk dan akhirnya suspensi spora dapat diperoleh.

6. Penanaman bibit

Bibit yang akan ditanam adalah thallus yang masih muda dan berasal dari ujung thallus tersebut. Saat yang baik untuk penebaran maupun penanaman benih adalah pada saat cuaca teduh (tidak mendung) dan yang paling baik adalah pagi hari atau sore hari menjelang malam.


7. Perawatan selama pemeliharaan


Seminggu setelah penanaman, bibit yang ditanam harus diperiksa dan dipelihara dengan baik melalui pengawasan yang teratur dan kontinyu. Bila kondisi perairan kurang baik, seperti ombak yang keras, angin serta suasana perairan yang banyak dipengaruhi kondisi musim (hujan/kemarau), perlu pengawasan 2-3 hari sekali.


8. Pemanenan


Pemanenan dapat dilakukan bila rumput laut telah mencapai berat tertentu, yakni sekitar empat kali berat awal (waktu pemeliharaan 1.5 – 4 bulan). Cepat tidaknya pemanenan tergantung metode dan perawatan yang dilakukan setelah bibit ditanam.


9. Pengeringan hasil panen


Penanganan pasca panen, termasuk pengeringan yang tepat sangat perlu, mengingat pengaruh langsungnya terhadap mutu dan harga penjualan di pasar.


Budidaya rumput laut di tambak merupakan salah satu cara pemanfaatan lahan untuk memenuhi permintaan rumput laut yang semakin meningkat, terutama untuk rumput laut jenis Gracillaria sp. Budidaya rumput laut di tambak memiliki lebih banyak keunggulan daripada budidaya di perairan pantai (laut). Keuntungan itu antara lain : tanaman rumput laut agak terlindungi dari pengaruh lingkungan yang kurang sesuai, serta juga memungkinkan untuk dilakukan pemupukan, termasuk kemudian mengontrol kualitas air, khususnya salinitas.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya rumput laut di tambak yakni :

1. Pemilihan lokasi

Lokasi untuk budidaya rumput laut di tambak harus memenuhi beberapa persyaratan, dimana persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama dengan tambak untuk budidaya udang. Syarat-syarat tersebut seperti :

  • a. Gelombang dalam tambak (akibat pengaruh angin) tidak terlalu besar
  • b. Areal pertambakan sebaiknya melandai
  • c. Pasang surut yang baik berkisar antara 1.5-2.5 m.                         
  • d. Tersedia air tawar untuk mengatur salinitas
  • e. Kualitas air yang dibutuhkan dengan salinitas berkisar antara 12-30 permil, dengan kadar ideal 20-25 permil; suhu berkisar 18-30oC dengan suhu optimum 20-25oC; pH berkisar 6-9 dengan kisaran optimum 6.8-8.2; oksigen berkisar 3-8 ppm. Selain itu, air tidak mengandung atau membawa lumpu.
  • f. Dekat dengan rumah penduduk (untuk akses tenaga kerja)
  • g. Aksesibilitas jalan untuk transportasi, dan kebutuhan lainnya
2. Sistem distribusi air

Sistem distribusi yang baik sangat diperlukan untuk dapat mengatur kualitas air, khususnya melalui penggantian air yang teratur dan berulang-ulang.


3. Konstruksi tambak


Konstruksi tambak yang dibangun harus dapat menjawab kebutuhan untuk kegiatan budidaya yang dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan terkait konstruksi tambak adalah bentuk tambak, pematang, pintu air, dan juga saluran air.


4. Persiapan penanaman


Sebelum dilakukan penanaman, tanah dasar terlebih dahulu dinaikkan ke pematang. Setelah kering, tanah kemudian dimasukkan lagi. Untuk mempercepat pertumbuhan Gracillaria sp, tanah dapat dipupuk dengan menggunakan urea tiga kg per hektar, atau 1-2 ton pupuk kandang per hektar. Sedang untuk bibit yang digunakan dapat diperoleh dari maupun usaha budidaya.


5. Penanaman bibit


Penanaman bibit mengunakan broadcast method, dimana bibit tanaman ditebar di seluruh bagian tambak. Bibit yang ditebar adalah bagian thallus yang masih muda, yang diperoleh dengan jalan membuang bagian-bagian pangkalnya. Sedang untuk bagian ujungnya dapat ditebar ke dalam tambak, karena bibit yang berasal dari bagian ujung lebih baik daripada bagian pangkalnya.


6. Perawatan selama pemeliharaan


Perawatan pada budidaya rumput laut di tambak hampir sama dengan budidaya di laut. Perlu juga diperhatikan kondisi air, dan hama dan gulma yang menyerang seperti lumut dari jenis Enteromorpha in Limnea glabra Muller yang biasanya menyerang dengan membelit rumput laut, sehingga memperlambat pertumbuhan rumput laut.


7. Pemanenan


Rumput laut biasanya dapat dipanen bila usia pemeliharaan sudah mencapai 45-60 hari (sekitar 2 bulan) dengan berat biasanya berkisar antara 500-600 gram. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pemanenan juga dapat dilakukan setiap tujuh hari sekali. Untuk penanganan pasca panen hampir sama dengan yang telah dijelaskan pada budidaya rumput laut di perairan pantai atau laut


Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya rumput laut di tambak Yang Baik dan Menguntungkan  hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb, 

Sabtu, 22 Juni 2013

Cara Budidaya ikan Koi kolam terpal dengan panduan untuk pemula

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara Budidaya ikan Koi kolam terpal dengan panduan untuk pemula ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :
http://tutorkap.blogspot.com/2013/06/
Cara.Budidaya.ikan.Koi.kolam.terpal.html
Kolam Terpal Dapat Diaplikasikan Pada Daerah Kurang Air
Bagi anda yang tinggal di pesisir pantai yang notabene tanahnya berpasir dan kurang mampu menahan air (porous), kolam terpal merupakan pilihan yang tepat untuk budidaya ikan. Budidaya ikan pada kolam tanah di daerah pesisir pantai atau daerah lain yang tanahnya porous akan menemui kendala karena air akan terus berkurang karena langsung meresap ke tanah. Kolam terpal inilah solusi yang ciamik jika anda ingin mencoba usaha budidaya ikan.

Suhu Air di Kolam Terpal Lebih Stabil
Pengalaman pembudidaya gurame di Kulon Progo membuktikan kolam terpal mampu menahan fluktuasi suhu kolam yang biasanya terjadi saat perubahan musim. Rahasianya terletak pada alas sekam yang ditebar sebelum terpal di pasang. Pada musim kemarau alas sekam tersebut disiram air agar cepat busuk. Proses pembusukan sekam ini kemudian menghasilkan panas yang pada akhirnya mampu menjaga suhu air di kisaran ideal untuk budidaya gurame.

Ikan Kolam Terpal Tidak Berbau Tanah
Berbeda dengan budidaya di kolam tanah yang biasanya ikan hasil panenan masih berbau lumpur, ikan hasil budidaya di kolam terpal sama sekali tidak berbau lumpur. Ikan yang tidak berbau lumpur relatih lebih disukai oleh para konsumen.

Panen Ikan Lebih Mudah
Karena ukurannya yang umumnya tidak terlalu besar, panen ikan di kolam terpal relatif lebih mudah dilakukan. Selain itu dasaran kolam terpal biasanya hanya terdapat sedikit lumpur atau malah tidak ada sama sekali sehingga panen ikan di kolam terpal lebih mudah untuk dilakukan.

Pengolahan Kolam Terpal Lebih Cepat
Proses pembersihan dan pengeringan kolam terpal sebelum digunakan kembali jelas lebih cepat dibanding dengan kolam tanah. Proses pembersihan dan pengeringan ini lazim dilakukan para pembudidaya ikan untuk memutus mata rantai bibit penyakit. Kolam tanah umumnya memerlukan waktu 2-7 hari untuk proses pengeringan. Kolam terpal hanya memelukan waktu beberapa jam saja atau paling lambat 1-2 hari untuk proses pengeringan.

Padat Tebar Benih Ikan Lebih Tinggi
Pada budidaya ikan di kolam tanah umumnya jarang dilakukan pembersihan kotoran ikan dan sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam. Penumpukan sisa pakan dan kotoran ikan ini kemudian akan menghasilkan amonia dan hidrogen sulfida yang bersifat racun bagi ikan. Ikan pun kemudian ogah untuk berenang di dasar kolam. Akibatnya ruang gerak ikan menjadi terbatas.


Lain halnya jika budidaya ikan dilakukan pada kolam terpal. Kotoran ikan dan sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam lebih mudah dibersihkan dengan cara disedot (shift pond). Ruang gerak ikan menjadi lebih luas karena ikan dapat berenang di dasar kolam tanpa takut teracuni amonia.

Jarang Ditemui Hama & Penyakit
Hama yang memangsa ikan khususnya benih jarang ditemui di kolam terpal. Selain itu ikan yang di budidayakan pada kolam terpal relatif jarang terserang penyakit.

Kelangsungan Hidup Ikan Lebih Tinggi
Karena kualitas air yang lebih terkontrol serta minimnya serangan hama dan penyakit maka kelangsungan hidup (survival rate) ikan ikan yang dibudidayakan lebih tinggi. Pengalaman pembudidaya lele sangkuriang pada kolam terpal, kelangsungan hidup ikan lele yang dipelihara bisa mencapai 95 %.

Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara Budidaya ikan Koi kolam terpal dengan panduan untuk pemula  hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb, 

Senin, 17 Juni 2013

Cara budidaya Ikan sidat air tawar Yang Baik dikolam Terpal

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya Ikan sidat air tawar Yang Baik dikolam Terpal ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :

Cara budidaya Ikan sidat air tawar Yang Baik
dikolam Terpal
Kolam sidat

  • 1. kolam 2 x 7m x 0.7m (dilapisi plastik/terpal)
  • 2. kedalam air 40 cm
  • 3. Air mengalir diputar dengan pompa.
  • 4. tambahkan oksigen.

Peralatan

  • 1. filter air : batu zeloit, arang, bioball, spon filter, gentong filter (minimal harus ada filternya)
  • 2. Mesin pompa air kolam
  • 3.pompa udara 12 lubang
  • 4. batu aerasi
  • 5.selang udara


Pakan.

  • 1. pelet ukuran 1 ml yang mengapung/tenggelam dan proteinnya diatas 40%
  • 2. cacing tanah.
  • 3. Udang Hidup
  • 4. Kepiting Kecil


TIPS:

  1. Pompa air selain sebagai filter gunakan untuk membuat air kolam bergerak, dan perkaya oksigen didalam air kolam dgn pompa udara. 
  2. Dalam pemberian pakan pompa dimatikan agar pakan dapat berada disatu titik. 
  3. Pemberian pakan minimal 3 kali sehari. 
  4. Pemberian cacing tanah dapat di berikan minimal seminggu 3 kali. 
  5. Pasti sidat-sidat anda akan sehat dan cepat besar. 

Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya Ikan sidat air tawar Yang Baik dikolam Terpal  hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb, 

Sabtu, 15 Juni 2013

Cara budidaya udang lobster air tawar di Aquarium/Rumah paling Praktis Dan Hemat

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya udang lobster air tawar di Aquarium/Rumah paling Praktis Dan Hemat ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :
Cara budidaya udang lobster air tawar
di Aquarium/Rumah paling Praktis Dan Hemat


SELEKSI INDUK

Awal dari seleksi induk ini, harus bisa membedakan jenis kelamin induk jantan dan betina, misalnya :
Untuk induk jantan terdapat tonjolan pada pasangan kaki jalan kelima dihitung dari capitnya dan biasanya sisi capit ditandai dengan warna merah.
Untuk induk betina terdapat bulatan pada pangkal kaki yang ketiga.

Selain itu yang perlu kita perhatikan dalam seleksi induk adalah :

  • Induk minimal berumur 7 bulan
  • Bobot induk jantan diatas 30 gram
  • Bobot induk betina 20 gram – 30 gram
  • Kondisi sehat

Selain seleksi induk, hal-hal penting lain dalam  budidaya lobster antara lain:

1. PEMBERIAN PAKAN

Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Untuk pagi cukup 30% dan sore 70%, hal ini karena lobster termasuk hewan nocturnal (aktif pada malam hari). Pakan yang diberikan berupa butiran pelet (yang dapat tenggelam dalam air) dan  makanan alami berupa kacang-kacangan, umbi-umbian dan sayuran lainnya yang sebaiknya dimasak terlebih dahulu untuk memudahkan lobster mencernanya.

Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan jumlah lobster yang ada. Usahakan tidak  menyisahkan makanan dalam aquarium secara berlebihan, karena akan mempengaruhi kualitas air dan kadar oksigen.

2. KETERSEDIAAN OKSIGEN

Oksigen yang terlarut dalam air merupakan faktor terpenting dalam memelihara semua jenis hewan air, termasuk lobster. Oksigen terlarut dapat diperoleh dari aerator, atau alat-alat aquarium lain yang banyak dijual di toko perlengkapan ikan.

3. KUALITAS AIR

Dalam berbudidaya lobster, kualitas air harus senantiasa terjaga. Hal ini untuk menjaga lobster dari berbagai penyakit dan menjaga nafsu makannya.

4. TEMPAT PERSEMBUNYIAN

Lobster merupakan hewan yang membutuhkan tempat untuk bersembunyi, terutama ketika siang hari dan proses molting (pergantian kulit/cangkang).

Tempat persembunyian bisa dibuat dari rooster atau paralaon/PVC dengan ukuran yang disesuaikan dengan tubuh lobster.

5. MOULTING

Proses moulting (pergantian kulit/cangkang) terjadi karena pertumbuhan badan lobster. Pada saat proses moulting lobster mengeluarkan aroma yang amis sehingga mengundang lobster lain untuk memangsanya. Oleh karena itu untuk meminimalisir terjadinya kanibal  perlu diperhatikan kepadatan populasi dan shelter (tempat persembunyian).

6. PEMIJAHAN

Dalam usia sekitar 7 bulan, lobster mulai mencari pasangannya untuk melakukan pemijahan. Oleh karena itu idealnya dalam satu tempat terdapat 3 lobster jantan dan 5 lobster betina.

7. PENGERAMAN

Setelah terjadi proses perkawinan, maka lobster akan meletakkan telur-telur di sirip renangnya dan menutup/melindunginya dengan ekornya. Biasanya proses pengeraman terjadi satu hingga satu setengah bulan.

Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya udang lobster air tawar di Aquarium/Rumah paling Praktis Dan Hemat  hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb, 

Kamis, 13 Juni 2013

Cara budidaya ikan nila merah di kolam terpal Paling Mudah dan Praktis

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya ikan nila merah di kolam terpal Paling Mudah dan Praktis ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :

Cara budidaya ikan nila merah di kolam terpal
Paling Mudah dan Praktis
Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Nila

  1. Cari posisi tanah yang langsung terkena sinar matahari dan cukup luas untuk pembuatan kolam.
  2. Gali tanah sesuai dengan luas kolam yang anda inginkan dengan kedalaman ± 50 cm.
  3. Tanah hasil galian tadi digunakan untuk tanggul di sisi kolam dan dipadatkan supaya tanggul tersebut kuat lalu permukaan tanggul diberi batako / bata merah supaya permukaannya rata.
  4. Setelah penggalian selesai, selanjutnya dasar kolam diberi sekam secar merata.
  5. Terpal siap dipasang dan diisi air.
  6. Diatas terpal diberi batako / bata merah lagi supaya aman dan rapi. Hal ini dimaksudkan juga supaya terpal tidak gampang berubah posisi, terutama saat angin berhembus lumayan kencang.

Cara Budidaya Ternak Ikan Nila di Kolam Terpal

Tahap Pertama yaitu Persiapan Kolam

  • Pengeringan kolam.
  • Perbaikan pematang, saluran pemasukkan dan pengeluaran.
  • Pengapuran dengan ukuran 25-1000 gram/m2.
  • Pemupukan dengan pupuk kandang 500 gram/ M2, urea 15 gram/ m2 dan TSP gram/ m2.
  • Pengisian air kolam.
  • Dapat dilakukan penyemprotan dengan pestisida.
  • Untuk mencegah hewan/ ikan lain masuk, maka dapat dipasang saringan pada pintu masuk air.
  • Masukkan air sampai kedalaman 80 – 150 cm, kemudian tutup pintu pemasukkan dan pengeluarannya, biarkan air tergenang.
  • Penebaran Ikan Nila dilakukan setelah 5 – 7 hari pengisian air kolam.

Tahap Kedua Menebar Benik Ikan Nila
Setelah tahapan proses persiapan kolam terlaksana dengan baik, maka pada hari yang kelima samapai hari ketujuh setelah masa pengisian air kolam dilakukan akan dilakukan penebaran benih ikan nila. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ukuran benih ikan yang disebarkan hendaknya berukuran antara 8-12 cm atau dengan ukuran berat 30 gram/ekor dengan pada tebar sekitar 5-10 ekor/m2. Pemeliharaan ikan nila dilakukan selama 6 bulan atau hingga ukuran berat ikan nila sudah mencapai 400-600 gram/ekor.
Tahap Ketiga Cara Pemberian Makan Ikan Nila

  • Protein 20-30%
  • Lemak 70% (maksimal.)
  • Karbohidrat 63 – 73%
  • Pakanyaberupa hijau-hijauan diantaranya adalah : Kaliandra, Kalikina atau kecubung, Kipat, Kihujan

Tahap Keempat Cara Panen Ikan Nila
Masa pemanenan ikan nila sudah dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan 4 – 6 bulan. Ikan nila pada usia 4-6 bulan pemeliharaan akan memiliki berat yang bevariasi, yaitu antara 400-600 gram/ekor.
Bila ukuran berat dari masing-masing ikan dirasa belum maksimal, maka pemanenan bisa juga dilakukan dengan sistem bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.
Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya ikan nila merah di kolam terpal Paling Mudah dan Praktis  hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb, 

Senin, 10 Juni 2013

Cara budidaya belut dalam tong drum Hemat Tempat dan Praktis

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya belut dalam tong drum Hemat Tempat dan Praktis ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :


Cara budidaya belut dalam tong drum
Hemat Tempat dan Praktis
Langkah pertama : perlengkapan.
  • Hal pertama yang harus di persiapkan tentu saja perlengkapannya. Dan berikut adalah peralatan-peralatan yang harus anda sediakan :
  • Tong atau Drum (sebaiknya terbuat dari bahan plastik agar tidak berkarat).
  • Pipa Paralon.
  • Kawat kasa.
  • Tandon sebagai tempat penampung air.
  •  Ember, Cangkul, Baskom dan juga Jerigen.
Langkah kedua : Persiapan dan Teknik Budidaya belut.

Persiapan dan teknik budidaya belut merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan agar kelak mendapatkan hasil yang maksimal. Pada pembahasan ini, yang perlu diperhatikan adalah media tempat membesarkan belut dan juga media pemeliharaan sebagai tempat belut berkembang biak. Dan berikut adalah media-medianya :

Drum atau Tong.
    Drum yang digunakan untuk budidaya belut harus yang tidak bocor dan juga tidak berkarat atau berbahan plastik. Bila drum yang anda gunakan berbahan dari besi, sebaiknya dibersihkan dulu sebersih mungkin di cat ulang dan dikeringkan hingga benar-benar tidak berbau cat lagi.
Tahap-tahap mempersiapkan drum sebagai media budidaya belut adalah sebagai berikut :

  •  Letakkan drum tong pada tanah yang datar. Hal ini dilakukan agar media menjadi lebih luas.
  • Buka bagian tengan drum dan sisakan 5cm di bagian kiri dan kanan drum.
  • Pasang alat di bagian sisi bawah drum agar drum tidak menggelinding atau bergerak.
  • Buat saluran pembuangan dibawah tong. Letak saluran ini dapat disesuaikan dengan penampungan limbah pembuangan.
  • Buat peneduh tong. Ini dilakukan agar matahari  tidak langsung ke permukaan drum dan menyebabkan intensitas panas matahari terlalu tinggi. Bahan untuk penutup drum dapat dibuat dengan net atau waring dan juga bisa denan bahan-bahan yang lainnya.
Media Tanah
  • Tanah yang digunakan adalah tanah yang tidak berpasir atau tanah yang juga tidak terlalu liat. Tanah yang digunakan merupakan tanah yang mengandung unsur hara yang cukup dan dalam hal ini dianjurkan menggunakan media tanah yang di ambil dari sawah. Anda harus mematangkan media tanah tersebut dan berikut tahapan-tahapannya :
  • Masukkan tanah ke dalam tong hingga ketinggian 30-40 cm atau sesuaikan dengan tinggi tong yang anda gunakan.
  • Masukkan air hingga tanah becek tapi tidak menggenang.
  • Masukkan EM4 sebanyak 4 botol ke dalam tong.
  • Aduk tanah tersebut 2 kali sehari sehingga tanah  tersebut menjadi gembur.
  • Jika tanah yang anda ambil dari sawah, maka anda tidak perlu melakukan tahapan-tahapan di atas, karena pematangan tanah di sawah sudah cukup bagus.
Media Instan Bokashi
Media ini dibuat diluar tong yang merupakan campuran dari bahan utama dan bahan campuran. Penggunaan 100 kg bahan akan menghasilkan 90 kg media instan bokashi. Untuk setiap tong yang berukuran 200 liter membutuhkan 40 kg bokashi dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan bokashi adalah sebagai berikut :

  • Jerami padi (40%)
  • Pupuk kandang (30%)
  • Bekatul (20%)
  • Potongan batang pisang (10%)


Bahan dan campuran dalam pembuatan bokashi terdiri atas :


  1. EM4
  2. Air Sumur
  3. Larutan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan molases.
  4. Cara pembuatan media instan bokashi dilakukan sebagai berikut :
  5. Cacah jerami dan potongan batang pisang, kemudian dikeringkan (Tanda bahan yang sudah kering adalah hancur ketika di genggam).
  6. Campurkan bahan cacahan di atas yang sudah kering dengan bahan utama lainnya, aduklah hingga merata.
  7. Campurkanlah bahannya sedikit demi sedikit agar tidak terlalu basah.
  8. Tutup media dengan karung goni atau terpal selama 4-7 hari dan selama itu anda harus membolak-balikkan campuran agar tidak membusuk.
Mencampur Media Tanah dan Media Bokashi.
  1. Tahap-tahap dalam mencampur tanah dan media bokashi.
  2. Masukkan media bokashi ke dalam tong, kemudian aduk hingga merata.
  3. Masukkan air ke dalm tong hingga ketinggian 5 cm kemudian diamkanlah hingga terdapat plankton atau cacing. Selama proses ini berlangsung, tong tidak perlu ditutup ( sekitar 1 minggu).
  4. Keluarkan air dari tong dan ganti dengan air yang baru dengan ketinggian yang sama.
  5. Masukkan tumbuhan air yang tidak terlalu besar sebanyak ¾ bagian dan masukkan juga ikan-ikan kecil.
  6. Masukkan vetsin secukupnya sebagai perangsang nafsu makan belut dan diamkan selama dua hari.
  7. Hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah ketinggian seluruh media, kecuali media tumbuhan air tidak lebih dari 50 cm.
  8. Masukkan Bibit Belut
Setelah semua media budidaya di atas diselesaikan, maka tahapan selanjutnya adalah menebarkan bibit belut. Bibit yang ditebar sebaiknya 2kg atau sebanyak 160-200 ekor.

Langkah ketiga : Perawatan

Perawatan belut di dalam tong relatif lebih mudah karena pemantauannya juga relatif lebih kecil. Berikut adah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan belut tersebut.

  • Pemberian Pakan - Sebenarnya tidak aturan baku tentang volume pemberian pakan namun sebaiknya pakan diberikan 5% dari jumlah bibit belut yang ditebarkan. Pakan yang diberikan sebaiknya terdiri dari cacing, ikan-ikan kecil, dan juga cacahan keong/bekicot. Pemberian pakan diberikan pada hari ketiga setelah bibit belut ditebarkan di dalam tong. Sebaiknya pemberian pakan dilakukan pada sore hari karena di alam bebas belut makan pada sore atau malam hari.
  • Pengaturan air - juga merupakan hal penting yang harus dilakukan, ini dimaksudkan agar sisa-sisa makanan tidak menumpuk  dan menimbulkan penyakit bagi belut. Pengaturan air ini dapat dilakukan dengan cara mengalirkan air bersih kedalam tong. Air yang masuk sebaiknya berupa percikan air, pipa paralon merupakan media yang cocok dalam hal mengalirkan air ini. Sedangkan untuk membuang air dapat dilakukan dengan cara membuat lobang pada tong dengan ketinggian 8cm dari genangan air pada media. Mengatur pembuangan sisa kotoran juga bermanfaat untuk menambah oksigen bagi media yang ada didalam tong (belut) tersebut.
  • Perawatan Tanaman air - diguanakansebagai tampat belut untuk emnghindari dari intensitas tinggi matahari dan juga bisa menjadi sebagai penjaga kelembaban tempat budidaya tersebut.
  • Pemberian EM4 - berfungsi untuk menetralisir sisa-sisa pakan dab juga berfungsi untuk mengurangi bau. EM4 diberikan 2-3 kali sehari dengan takaran ½ sendok teh yang terlebih dulu dilarutkan dalam 1 liter air.
  • Perawatan di sekitar lokasi - ini digunakan untuk menjaga tong dari tanaman liar, lumut maupun predator pemangsa seperti ayam.
  • Langkah terakhir : Pemanenan - belut dapat dilakukan setelah 3-4 bulan masa budidaya dilakukan. Sesuai dengan keinginan kita dan juga permintaan pasar.
Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya belut dalam tong drum Hemat Tempat dan Praktis  hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb, 

Minggu, 21 April 2013

Cara budidaya ikan lele sangkuriang di kolam terpal Paling lengkap dan Mudah

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya ikan lele sangkuriang di kolam terpal Paling lengkap dan Mudah ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :

Cara budidaya ikan lele sangkuriang di kolam terpal Paling lengkap dan Mudah :
http://tutorkap.blogspot.com/2013/04/
Cara.budidaya.ikan.lele.sangkuriang.
di.kolam.terpal.Paling.lengkap.dan.Mudah.html
Keuntungan dari kolam terpal :

  • 1      terhindar dari pemangsaan ikan liar
  • 2      Dilengkapi pengatur volume air yang bermanfaat untuk memudahkan penggantian air maupun panen
  • 3      Dapat dijadikan peluang usaha mikro dan makro
  • 4      Lele yang dihasilkan lebih berkualitas,lele terlihat tampak bersih,dan tidak berbau dibandingkan pemeliharaan diwadah lain
  • Dapat diterapkan di lahan terbatas
  • Dapat diterapkan di lahan atau tanah yang porous (tanah yang menyerap air) atau berpasir
  • Biaya investasi murah
  • Dapat diterapkan di daerah sulit air
  • Pembuatannya praktis
  • Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal tidak berbau lumpur
  • Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal jarang diserang penyakit
  • Kelangsungan hidup (Survival Rate) ikan lele yang dipelihara di kolam terpal lebih tinggi, bisa mencapai 95%
Langkah-langkah pembuatan kolam terpal adalah

  1. Usahakan lahan yang sedikit rindang,tapi jangan langsung dibawah pohon
  2. Terpal ukuran 6 x 8 meter (terpal jenis A3 lebih tebal),saat pemasangan sebaiknya ukuran terpal agak dilebihkan agar dapat dibentuk sesuai rangka/patok,
  3. Tanah digali dengan kedalaman ± 70 cm, dan lebar 4 x 6 m2  untuk menempatkan posisi terpal.
  4. keliling kolam harus di pagar dengan waring untuk menghindari gangguan hewan ternak atu mengantisipasi lele melompat.
  5. untuk menguatkan posisi terpal dibibir kolam sebaiknya di pasang karung yang diisi dengan tanah sepanjang keliling kolam.


Peralatan Penunjang

  • Beberapa jenis alat yang diperlukan diantaranya adalah timbangan,alat tangkap (serok/lambit),ember dll.Alat-alat tersebut biasanya dipakai untuk memanen ikan atau pada saat kegiatan sampling pertumbuhan bobot tubuh ikan

Persiapan Kolam

  • Sebelum digunakan,sebaiknya kolam dipupuk terlebih dahulu.Pemupukan bermaksud untuk menumbuhkan

Planton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi benih ikan lele.Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gr/m2 atau dalam ukuran 4 x 6 m2  sebanyak 16 Kg  . Dapat pula ditambahkan urea 15 gr/m2. Tahapan pemupukannya adalah mula-mula kolam diisi air setinggi 3 -5 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai wana air kolam berubah coklat atau kehijauan,yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele.kemudian secara bertahap ketinggian air ditambah hingga minggu

2, sebelum benih lele ditebar.
             
Penebaran benih

  • Sebelum benih ditebar,sebaiknya benih disucihamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KMNO4 (Kalium Permangat) atau PK dengan dosis 35 gr/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5 -10 menit
Penebaran benih hendaknya  dilakukan pada pagi/sore hari.pada kedua kondisi ini umumnya perbedaan nilai suhu air pada permukaan dan dasar kolam tidak terlalu besar.Hindari penebaran benih pada kondisi terik matahari secara langsung.Kedalam air kolam pun hendaknya disesuaikan dengan jumlah dan ukuran benih.Jumlah padat tebar benih 75-100 ekor/m2 yang berukuran  5 - 8 cm. Kedalaman air pada benih diterbarkan ± 30 cm
Pemberian Pakan

  • Pada dasarnya Lele Sangkuriang merupakan ikan yang bersifat omnivora.Makanan yang diberikan bisa makanan alami yang bisa diperoleh dari sekitar kolam atau tempat tinggal kita. Pemberian makanan tambahan berupa pellet bisa diberikan jika tidak mau repot mencari makanan alami. Dalam Budi Daya Lele Sangkuriang jumlah besar cara ini lebih praktis dilaksanakan. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Cara menghitungnya dengan mengambil sampel beberapa Lele Sangkuring kemudian ditimbang. Untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan, makanan dicampurkan dengan probiotik. Menurut pengamatan beberapa petani dan peneliti probiotik mampu meningkatkan efisiensi pencernakan makanan sehingga ikan lele menjadi cepat besar dan bobot bertambah.
  • Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.

Dan untuk diketahui juga bahwa Pemberian pakan buatan (pelet) diberikan sejak benih berukuran 2 minggu berupa bentuk serbuk halus. Kemudian setelah itu berangsur-angsur digunakan pelet diameter 1 milimeter barulah kemudian beralih ke pellet ukuran 2 milimeter (sesuai umur ikan lele). Hal ini dimaksud agar pellet dapat dicerna lebih baik dan lebih merata oleh seluruh ikan sehingga meminimalisir terjadinya variasi ukuran lele selama pertumbuhannya.
Pakan yang diberikan berupa pellet dengan kandungan protein berkisaran antara 28 – 33 %. Pemberian pakan ini dilakukan secara berkala dengan dosis 3-5% dari bobot total ikan dan pemberian sebanyak 3 x sehari (pagi,siang dan sore)


Hama dan Penyakit Ikan Lele

  • Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan lele. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele antara lain berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan gabus dan belut
  • Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

Jenis hama/penyakit Beserta Gejalanya :
1.   Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla
Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron.
Gejala: lele yang terkena bakteri ini: warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air.
Pencegahan: lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air harus baik.
Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.
2.      Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium fortoitum
Gejalanya: tubuh  ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip.
Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.
Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.
3. Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.
Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah.
Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.
Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.
4. Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis)
Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.
Gejala:1      ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air;2      terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang;3      ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.
Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.
Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12-24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari

5. Penyakit cacing Trematoda
Biasanya penyakit yang Menyerang dalam budidaya lele sangkuriang di koam terpal adalah 
Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.


Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.
Pengendalian:

  • 1      direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit;
  • 2      Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam;
  • 3      menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30 menit;
  • 4      memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit;
  • 5      dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit.
  • 6      Parasit Hirudinae


Penyebab:

  1. lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.
  2. Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah.
  3. Pengendalian: selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.
  4. Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :
  5. Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti dengan yang suhunya lebih dingin.
  6. Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.
  7. Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.
  8. Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.

Mengapa memilih lele sangkuriang:  
Memang daging Lele sangkuriang memiliki rasa yang lebih enak dan gurih, tak heran permintaannya semakin banyak. Selain rasa yang enak didukung pula dengan pertumbuhannya yang lebih cepat dari Lele Dumbo. Untuk benih yang ditabur pada ukuran 5-8 cm dalam masa pemeliharaan 130 hari sudah bisa dipanen dalam bobot 200 sampai 250 gr/ekor. Biasanya ada Lele Sangkuriang yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dari ikan lainnya, secara berkala misalnya satu bulan sekali, Lele Sangkuriang dipisahkan berdasarkan ukurannya. Hal ini dilakukan agar ikan yang pertumbuhannya lebih lambat tidak kalah dalam bersaing mengkonsumsi makanan. Selain itu ikan yang pertumbuhannya cepat bisa dipanen dalam waktu yang lebih cepat.

Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya ikan lele sangkuriang di kolam terpal Paling lengkap dan Mudah  hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb,