Selasa, 25 Juni 2013

Cara budidaya kopi luwak Paling Mudah Praktis dan Tips Triknya

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya kopi luwak Paling Mudah Praktis dan Tips Triknya ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :
Cara budidaya kopi luwak Paling Mudah
Praktis dan Tips Triknya
  • Pertama, para petani mulai memetik buah kopi yang sudah matang di pohon, yang berwarna merah.
  • Kedua, setelah buah kopi terkumpul, dipilah lagi yang bagus-bagus saja, soalnya hanya buah kopi matang (warna merah) yang akan disantap musang sebagai makanannya.
  • Ketiga, luwak dipersilakan memakan buah kopi terbaik yang sudah dipilih oleh para petani tadi. Tubuh luwak hanya akan mencerna daging buahnya saja, sementara bijinya nanti akan tetap utuh saat dikeluarkan kembali dalam bentuk feces.
  • Dan keempat, inilah bentuk feces luwak yang terkenal itu, seperti sudah disebut di atas, bijinya tetap utuh kan? Secara fisik, biji kopi luwak dan kopi lain bisa dibedakan dari warna dan aromanya. Biji kopi luwak berwarna kekuningan dan wangi, sedangkan biji kopi biasa berwarna hijau dan kurang harum.
  • Kelima, selanjutnya biji kopi yang tercampur dalam feces, dipisahkan, dikumpulkan, dibersihkan, kemudian dijemur, dan jadilah biji kopi luwak yang terkenal mahal itu. Bisa dipastikan, ini adalah biji kopi terbaik, sebab hanya buah kopi matang yang dipilih musang sebagai makanannya.

Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya kopi luwak Paling Mudah Praktis dan Tips Triknya  hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb, 

Cara budidaya tanaman bunga rosella Yang Baik, Mudah dan Menguntungkan

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya tanaman bunga rosella Yang Baik, Mudah dan Menguntungkan ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :


Cara budidaya tanaman bunga rosella
Yang Baik, Mudah dan Menguntungkan
Berikut ini adalah Cara Budidaya Tanaman Rosella:
1. Persiapan Benih
  • - · Benih tanaman Rosella berasal dari bijinya. Untuk membuat benih, pertama-tama biji dikeringkan selama 4 hari.
  • Setelah benih tersebut kering, biji kemudian disemai pada tanah gembur.
  • - · Setelah disemai selama 2 minggu (atau tumbuh pohon setinggi 7 cm) kemudian dimasukkan ke Polybag.
  • - · Setelah di-polybag, biarkan pohon tumbuh mencapai 20 cm sebelum akhrnya dimasukkan ke lahan yang sudah
  • disiapkan.kebunku bibit bunga rosela
2. Persiapan Lahan. Sebelum tanah diolah perlu diberikan pupuk kandang dengan jumlah kurang lebih
  • 50 karung untuk lahan 1.000 m2. Rosella dapat tumbuh di daerah tropis/sub tropis dengan ketinggian 0 – 900 m
  • dpl, cukup pengairan dan sinar matahari. Cara tanam: bisa sejajar, bisa juga salin silang, dengan jarak tanam 1 x 1 m.
  • Setiap lubang ditanam dengan 2 biji Rosella. Untuk penanaman dilakukan pada musim penghujan dengan harapan
  • setelah panen sudah masuk musim kemarau.
3. Perawatan. Perawatan Rosella terbilang mudah, asal cukup air dan sinar matahari matahari, namun demikian perlu
diingat bahwa air tidak boleh mengenang, agar akar Rosella tidak membusuk. Sebaiknya setelah ditanam, Rosella
disiram sehari sekali setiap sore hari.
4. Hama Tanaman. Hama utama yang :nyerang Rosella. adalah Nematoda (Heterodera rudicicola) yang menyerang
batang dan akar, sementara hama lainnya adalah belalang.
5. Panen. Hasil panen Rosella untuk 1 ha, adalah kurang lebih 200-250 kg kering. 
  • Kelopak Rosella yang sudah masak
  • dipanen secara manual, dipetik dengan menggunakan gunting besi kemudian dipisahkan antara kelopaknya dengan
  • bijinya. Keringkan dengan menjemur di bawah terik matahari selama 4 – 6 hari atau dengan menggunakan oven
  • yang baik dan benar pada saat musim hujan. Rosella dapat dipanen setiap 2 minggu.
Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya tanaman bunga rosella Yang Baik, Mudah dan Menguntungkan hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb, 

Senin, 24 Juni 2013

Cara budidaya rumput gajah mini Untuk pemula Mudah dan lebih Efektif

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya rumput gajah mini Untuk pemula Mudah dan lebih Efektif ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :
Cara budidaya rumput gajah mini
Untuk pemula Mudah dan lebih Efektif


Persiapan Lahan Untuk Budidaya Rumput Gajah

  • Hal penting pertama dalam membudidayakan rumput gajah mini adalah pengolahan lahan. Dalam teknik budidaya rumput gajah pengolahan lahan berperan penting karena bibit tidak bisa tumbuh dengan baik pada lahan yang tidak cocok. 
  • Lahan tempat pembudidayaan sebaiknya bersih dari gulma atau rumput liar. Bidang lahan yang datar sebaiknya agak miring ke lubang air agar air tidak menumpuk sehingga menyebabkan bibit menjadi busuk. 
  • Sebaiknya akar-akar rumput gulma juga dibersihkan agar tidak tumbuh lagi. Hal yang juga penting dalam cara tanam rumput gajah mini yang benar adalah tanah merah. Tanah jenis ini adalah media tanam yang terbaik untuk rumput tersebut. 
  • Setelah diratakan permukaan lahan ditutup dengan tanah merah sebelum memulai penanaman bibit. 
  • Tanah merah tersebut diratakan kembali dengan papan kayu agar kelak rumput yang ditanam tumbuh merata. 
  • Hal yang tidak boleh diabaikan adalah proses pemupukan. Untuk dasaran pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang dengan rasion sekitar 1 ton per hektar. 
  • Proses pemupukan selanjutnya akan dilakukan 2 minggu setelah bibit ditanam dengan pupuk NPK dengan rasio 60 kg per hektar.

Permulaan Tanam Bibit dan Pemeliharaan Hingga Panen

  • Setelah lahan siap, cara menanam bibit rumput adalah secara menyebar. Pecah bibit menjadi banyak bagian (misal dua atau tiga bagian) lalu tanam secara memencar agar kelak rumput tidak tumbuh bergerombol. 
  • Pengaturan jarak tanam adalah prinsip penting dalam cara menanam rumput gajah agar kelak pemeliharaannya lebih mudah dan juga rumput yang tumbuh bisa lebih terlihat cantik. Prinsip cara tanam tersebut sebenarnya bisa dibilang cukup sederhana. Cara penanaman bibit adalah dengan konsep ujung daun pecahan bibit satu bertemu dengan ujung daun dari pecahan lainnya. 
  • Bila penanaman bibit selesai permukaan rumput kembali dipukul dengan papan kayu agar bibit tertanam lebih dalam. 
  • Sebaiknya ayakan rumput ditaburkan diatas bibit tanaman agar kelak lapisan tanah merah atau bagian permukaan yang subur tidak tersapu air ketika disiram atau ketika hujan. 
  • Tahap selanjutnya adalah penyiraman untuk menyingkirkan pasir dari rumput agar tidak busuk. Setelah beberapa waktu dimana lahan tanam tertutupi secara merata panen rumput gajahpun bisa dilakukan.

Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya rumput gajah mini Untuk pemula Mudah dan lebih Efektif hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb, 

Cara budidaya tanaman bawang daun Paling Mudah dan Cepat Panen

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya tanaman bawang daun Paling Mudah dan Cepat Panen ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :
Cara budidaya tanaman bawang daun Paling Mudah dan Cepat Panen


Pembibitan Benih 

  • Benih disemai di sebuah bedengan selebar 100-120 cm dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Tanah digemburkan dan diolah dengan ukuran kedalaman sekitar 30cm. Kemudian, pupuk kandang sebanyak 2 kilogram dicampurkan ke dalamnya.
  • Bedengan diberi semacam atap berbahan plastik transparan dengan ketinggian 100-150cm di sebelah timur, sementara tinggi di sisi barat cukup 60-80cm.
  • Benih pun ditaburkan pada sebuah garis atau larik-larik melintang dengan kedalaman sekitar 1cm dan jarak tiap-tiap larikan tidak lebih dari 10cm.
  • Sambil menunggu kecambah muncul, tutuplah benih tersebut dengan karung goni yang basah atau bisa juga menggunakan daun pisang.
  • Untuk merawatnya, disarankan agar penyiraman dilakukan setiap hari.
  • Pada usia 1 bulan, saatnya bibit diberikan pupuk daun dengandosis anjuran 1/3 hingga ½ dengan cara disemprot.
  • Nah, jika sudah berusia 2 bulan dan ketinggian bibit sudah mencapai 10cm hingga 15 cm, bibit bawang daun sudah siap dipindahkan.

Pembibitan Anakan
Berikut ini adalah bagaimana daun bawang dibudidayakan menggunakan pembibitan anakan :

  • Memilih rumpun yang hendak dibuat menjadi bibit haruslah berumur 2,5 bulan dan dalam kondisi sehat tidak terseranghama.
  • Pembongkarannya, rumpun piliahan tadi diangkat bersama dengan akar-akarnya.
  • Selanjutnya, tanah yang menempel dan akar atau daun tua ikut dibuang.
  • Pisahkanlah rumpun tersebut hingga kita mempunyai rumpun baru yang terdiri dari 1-3 anakan daun bawang.
  • Cara penanamannya adalah membuang sebagian daun dan bibit pun disimpan pada lokasi lembap serta teduh dengan durasi sekitar 5 hingga 7 hari.
  • Bibit pun siap ditanam.

Persiapan Lahan
Lahan yang sesuai untuk penanaman bawang daun adalah tanah hitam yang gembur dan banyak humus. Selanjutnya tanah diolah dan sebaiknya pengolahan tanah dilakukan 15-30 hari sebelum tanam, tanah diolah dengan dicampur Pupuk Organik. Buatlah persemaian. Caranya, olah tanah, lalu tanam biji atau anak tunas sebagai bibit. Untuk 1 ha lahan, dibutuhkan bibit (tunas) sebanyak 200.000 anakan atau 1,5-2 kg biji. Siapkan lahan untuk penanaman. Caranya, cangkul tanah sedalam 30-40 cm, kemudian berikan pupuk kandang sebanyak 10-15 ton/ha. Buat bedengan selebar 0,6-1 m. Buat parit dengan lebar 20-30 cm di antara bedengan. Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH < 6.5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm.
Penanaman

  1. Pindahkan bibit ke lahan penanaman setelah berumur 2 bulan (tingginya 10-15 cm).
  2. Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret).
  3. Sebelum ditanam, bibit dicabut dengan hati-hati, lalu potong sebagian akar dan daun.
  4. Rendam bibit dalam fungisida dengan konsentrasi rendah (30%-50% dari dosis yang dianjurkan) selama 10-15 menit.
  5. Tanam bibit dalam lubang yang telah disediakan, lalu padatkan tanah disekitar pangkal bibit atau pada bagian akar.

Pemeliharaan

  • Setelah bawang daun berumur 15 hari setelah tanam lakukan penyulaman, bila ada bibit bawang daun yang mati atau yang pertumbuhannya kurang baik.
  • Lakukan penyiangan gulma setiap 3-4 minggu, atau setiap kali tumbuh gulma di sekitar tanaman bawang daun.
  • Pembubunan bagian dasar tunas selama 4 minggu sebelum panen.
  • Potong batang bunga dan daun tua untuk merangsang tunas.
  • Siram 2 kali sehari, usahakan untuk tidak terlalu becek/basah.
  • Lakukan penyemprotan pestisida jika diperlukan bila muncul tanda-tanda hama dan penyakit, usahakan dengan pestisida nabati/organik.

Pemupukan

Berikan pupuk pertama pada saat bawang daun berumur 25-30 hari setelah tanam. Selanjutnya lakukan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman dengan memperhatikan laju pertumbuhan tanaman. Untuk hasil yang maksimal, menjaga kermahan lingkungan, dan hasil panen bawang daun yang sehat untuk dikonsumsi, gunakan Pupuk Organik.

Hama dan Penyakit

  • Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.). Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae atau dengan perangkap ngengat.
  • Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.) Pengendalian mekanis: mengumpulkan ulat di malam hari, menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae.
  • Thrips/kutu loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.). Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliaceae; menanam secara serempak; memasang perangkap serangga berupa kertas/dengan insektisida Mesurol 50 WP.
  • Bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif.). Pengendalian: cara perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan menggunakan bibit sehat.
  • Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor (Berk.) Casp). Pengendalian: menggunakan benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae.
  • Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.). 

Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliacea, penggunaan benih/bibit sehat, meningkatkan kebersihan kebun dan tanaman.Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.). Gejala: daun bawah rebah, pangkal daun mengecil dan tanaman mati mendadak. Pengendalian: menggunakan bibit/benih sehat, perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanaman yang sakit.
Cara Panen efektif

  1. Umur Panen 2,5 bulan setelah tanam.
  2. Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa daun menguning.
  3. Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di sore hari/pagi hari.
  4. Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.

Pasca Panen Daun Bawang

  1. Bawang daun yang telah dipanen disimpan di tempat teduh, lalu cuci sampai bersih dengan air mengalir/disemprot, lalu tiriskan.
  2. Ikat dengan tali rafia pada bagian batang dan daun.
  3. Berat setiap ikatan sekitar 25 kg.
  4. Bawang daun disortir sesuai ukuran diameter batang dan panjang daun.
  5. Simpan pada temperatur 0,8-1,4 °C sehari semalam untuk menekan penguapan dan kehilangan bobot, dan agar bawang daun tetap segar saat akan dipasarkan.
  6. Bawang daun siap untuk dipasarkan.


Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya tanaman bawang daun Paling Mudah dan Cepat Panen hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
Wassalamualaikum Wr Wb, 

Minggu, 23 Juni 2013

Cara beternak entok yang benar dan baik Untuk Pemula

Bismillah

Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara beternak entok yang benar dan baik Untuk Pemula ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :
    http://tutorkap.blogspot.com/2013/06/
    Cara.beternak.entok.yang.benar.baik.html


    • Pertama kita harus siapkan kandang battery untuk menempatkan meri/anak entok
    • Lalu kita ambil anak entok dari induknya,untuk memudahkan memberikan makanan lebih baik kita kita gabungkan meri/dengan induknya selama 1hari/2hari untuk induknya memberi tahu cara makan minum anaknya .Untuk kandang battery kita harus lengkapi dengan lampu pijar 5/10watt dan memberi wadah minum  .Untuk menjaga kesehatan meri kita berikan vaksin Vitachicks untuk menghindari terjangkit flu/pilek .Untuk ukuran ransum makan meri sebagai berikut:
    • 1 - 2 minggu:diberikan konsentrat starter
    • Untuk minggu-minggu selanjutnya kita bisa campur konsentrat dengan pakan induk .Selanjutnya induk entok akan bertelur 1bulan setelah (disapih)atau dipisahkan dari anaknya .Entok bertelur dalam periode 2minggu/3minggu dengan masa pengeraman selama 35 hari . untuk meningkatkan nafsu makan entok agan agan bisa beri pakan entok tanpa air . 
    Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara beternak entok yang benar dan baik Untuk Pemula hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
    Wassalamualaikum Wr Wb, 

    Cara budidaya rumput laut di tambak Yang Baik dan Menguntungkan

    Bismillah

    Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara budidaya rumput laut di tambak Yang Baik dan Menguntungkan ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :


    Cara budidaya rumput laut di tambak
    Yang Baik dan Menguntungkan
    Secara umum, budidaya rumput laut Indonesia masih dilakukan dengan sederhana. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya rumput laut, yang juga dapat menentukan keberhasilan budidaya itu sendiri. Faktor-faktor tersebut adalah :


    • 1. Pemilihan lokasi yang memenuhi persyaratan bagi jenis rumput laut yang akan dibudidayakan. Hal ini perlu dilakukan karena ada perlakukan yang berbeda untuk tiap jenis rumput laut
    • 2. Pemilihan atau seleksi bibit yang baik, penyediaan bibit dan cara pembibitan yang tepat.
    • 3. Metode budidaya yang tepat
    • 4. Pemeliharaan tanaman
    • 5. Metode panen dan perlakuan pasca panen yang benar
    • 6. Pembinaan dan pendampingan secara kontinyu kepada petani.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk budidaya rumput laut di perairan pantai, yaitu :

    1. Pemilihan Lokasi


    Beberapa persyaratan yang diperhatikan terkait dengan lokasi yakni : perairan cukup tenang, terlindung dari pengaruh angin dan ombak; tersedianya sediaan rumput alami setempat (indikator); juga dengan kedalaman yang tidak boleh kurang dari dua kaki (sekitar 60 cm) pada saat surut terendah dan tidak boleh lebih dari tujuh kaki (sekitar 210 cm) pada saat pasang tertinggi. Selain itu juga harus didukung dasar perairan (tipe dan sifat substratum) yang digunakan. Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah kualitas air, akses tenaga kerja, perizinan, dan sebagainya.


    2. Melakukan uji penanaman


    Setelah menemukan lokasi yang secara umum sudah baik, perlu dilakukan uji penanaman untuk mengetahui apakah daerah tersebut memberikan pertumbuhan yang baik atau tidak. Pengujian dilakukan dengan metode tali dan metode jaring. Pada metode tali digunakan tali monofilament atau polyethilene yang diikatkan pada dua tiang pancang yang dipasang dengan jarak sekitar 12 meter. Sedangkan pada metode jaring dapat menggunakan jaring monofilament atau polyethilene dengan ukuran 5 x 2.5 m yang diikatkan pada tiang pancang.

    3. Menyiapkan areal budidaya

    Setelah lokasi sudah dipastikan cukup baik, maka dilakukan persiapan lahan sebagai berikut :


    • a. Bersihkan dasar perairan lokasi budidaya dari rumput-rumput laut liar dan tanaman pengganggu lain yang biasa tumbuh subur.
    • b. Bersihkan calon lokasi dari karang, batu, bintang laut, bulu babi, maupun hewan predator lainnya.
    • c. Menyiapkan tempat penampungan benih (seed bin), bisa terbuat dari kerangka besi dan berjaring kawat atau dari rotan, bambu, ukurannya bervariasi 2 x 2 x 1.5 meter atau 2 x 2 x 1.5 – 1.7 meter.

    4. Memilih metode budidaya yang akan digunakan

    Membudidayakan rumput laut di lapangan (field culture) dapat dilakukan dengan tiga macam metode berdasarkan posisi tanaman terhadap dasar perairan, yakni metode dasar, metode lepas dasar, dan metode apung.


    • a. Metode dasar (bottom method)
    • Metode dasar adalah metode pembudidayaan rumput laut menggunakan benih bibit tertentu, yang telah diikat, kemudian ditebarkan ke dasar perairan, atau sebelum ditebarkan benih di ikat dengan batu karang. Metode ini juga terbagi atas dua yaitu : metode sebaran (broadcast) dan juga metode budidaya dasar laut (bottom farm method).
    • b. Metode lepas dasar (Off-bottom method)
    • Metode ini dilakukan dengan mengikatkan benih rumput laut (yang diikat dengan tali rafia) pada rentangan tali nilon atau jaring di atas dasar perairan dengan menggunakan pancang-pancang kayu. Metode ini terbagi atas : metode tunggal lepas dasar (Off-bottom monoline method), metode jaring lepas dasar (Off-bottom-net method), dan metode jaring lepas dasar berbentuk tabung (Off-bottom-tabular-net method).
    • c. Metode apung (floating method)
    • Metode ini merupakan rekayasa bentuk dari metode lepas dasar. Pada metode ini tidak lagi digunakan kayu pancang, tetapi diganti dengan pelampung. Metode ini terbagi menjadi : metode tali tunggal apung (Floating-monoline method), dan metode jaring apung (Floating net method).

    5. Penyediaan bibit

    Setelah dipilih metode budidaya yang akan dilakukan, langkah selanjutnya adalah penyediaan bibit. Bibit dikumpulkan dari pembibitan langsung, dilakukan dengan beberapa metode pengumpulan benih, yaitu :


    • a. Metode penyebaran secara spontan
    • Potongan-potongan (fragmen tetrasporotphyte) diletakkan pada jaring-jaring benih (seed nets) dan dapat pula diletakkan pada potongan-potongan batu di dalam tangki pengumpul yang telah diisi air laut. Setelah itu dibiarkan hingga tetraspora menyebar secara spontan.
    • b. Metode kering
    • Tetrasporotphyte dikeringkan dibawah sinar matahari selama tiga jam, kemudian ditempatkan dalam tangki seperti motode a di atas. Prosedur berikutnya sama dengan metode a.
    • c. Metode kejutan osmotic
    • Tetrasporotphyte direndam dalam air laut berkonsentrasi 1,030 g/cm3 selama 25 menit, kemudian direndam ke dalam air laut berkonsentrasi normal sambil diaduk dan akhirnya suspensi spora dapat diperoleh.

    6. Penanaman bibit

    Bibit yang akan ditanam adalah thallus yang masih muda dan berasal dari ujung thallus tersebut. Saat yang baik untuk penebaran maupun penanaman benih adalah pada saat cuaca teduh (tidak mendung) dan yang paling baik adalah pagi hari atau sore hari menjelang malam.


    7. Perawatan selama pemeliharaan


    Seminggu setelah penanaman, bibit yang ditanam harus diperiksa dan dipelihara dengan baik melalui pengawasan yang teratur dan kontinyu. Bila kondisi perairan kurang baik, seperti ombak yang keras, angin serta suasana perairan yang banyak dipengaruhi kondisi musim (hujan/kemarau), perlu pengawasan 2-3 hari sekali.


    8. Pemanenan


    Pemanenan dapat dilakukan bila rumput laut telah mencapai berat tertentu, yakni sekitar empat kali berat awal (waktu pemeliharaan 1.5 – 4 bulan). Cepat tidaknya pemanenan tergantung metode dan perawatan yang dilakukan setelah bibit ditanam.


    9. Pengeringan hasil panen


    Penanganan pasca panen, termasuk pengeringan yang tepat sangat perlu, mengingat pengaruh langsungnya terhadap mutu dan harga penjualan di pasar.


    Budidaya rumput laut di tambak merupakan salah satu cara pemanfaatan lahan untuk memenuhi permintaan rumput laut yang semakin meningkat, terutama untuk rumput laut jenis Gracillaria sp. Budidaya rumput laut di tambak memiliki lebih banyak keunggulan daripada budidaya di perairan pantai (laut). Keuntungan itu antara lain : tanaman rumput laut agak terlindungi dari pengaruh lingkungan yang kurang sesuai, serta juga memungkinkan untuk dilakukan pemupukan, termasuk kemudian mengontrol kualitas air, khususnya salinitas.


    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya rumput laut di tambak yakni :

    1. Pemilihan lokasi

    Lokasi untuk budidaya rumput laut di tambak harus memenuhi beberapa persyaratan, dimana persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama dengan tambak untuk budidaya udang. Syarat-syarat tersebut seperti :

    • a. Gelombang dalam tambak (akibat pengaruh angin) tidak terlalu besar
    • b. Areal pertambakan sebaiknya melandai
    • c. Pasang surut yang baik berkisar antara 1.5-2.5 m.                         
    • d. Tersedia air tawar untuk mengatur salinitas
    • e. Kualitas air yang dibutuhkan dengan salinitas berkisar antara 12-30 permil, dengan kadar ideal 20-25 permil; suhu berkisar 18-30oC dengan suhu optimum 20-25oC; pH berkisar 6-9 dengan kisaran optimum 6.8-8.2; oksigen berkisar 3-8 ppm. Selain itu, air tidak mengandung atau membawa lumpu.
    • f. Dekat dengan rumah penduduk (untuk akses tenaga kerja)
    • g. Aksesibilitas jalan untuk transportasi, dan kebutuhan lainnya
    2. Sistem distribusi air

    Sistem distribusi yang baik sangat diperlukan untuk dapat mengatur kualitas air, khususnya melalui penggantian air yang teratur dan berulang-ulang.


    3. Konstruksi tambak


    Konstruksi tambak yang dibangun harus dapat menjawab kebutuhan untuk kegiatan budidaya yang dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan terkait konstruksi tambak adalah bentuk tambak, pematang, pintu air, dan juga saluran air.


    4. Persiapan penanaman


    Sebelum dilakukan penanaman, tanah dasar terlebih dahulu dinaikkan ke pematang. Setelah kering, tanah kemudian dimasukkan lagi. Untuk mempercepat pertumbuhan Gracillaria sp, tanah dapat dipupuk dengan menggunakan urea tiga kg per hektar, atau 1-2 ton pupuk kandang per hektar. Sedang untuk bibit yang digunakan dapat diperoleh dari maupun usaha budidaya.


    5. Penanaman bibit


    Penanaman bibit mengunakan broadcast method, dimana bibit tanaman ditebar di seluruh bagian tambak. Bibit yang ditebar adalah bagian thallus yang masih muda, yang diperoleh dengan jalan membuang bagian-bagian pangkalnya. Sedang untuk bagian ujungnya dapat ditebar ke dalam tambak, karena bibit yang berasal dari bagian ujung lebih baik daripada bagian pangkalnya.


    6. Perawatan selama pemeliharaan


    Perawatan pada budidaya rumput laut di tambak hampir sama dengan budidaya di laut. Perlu juga diperhatikan kondisi air, dan hama dan gulma yang menyerang seperti lumut dari jenis Enteromorpha in Limnea glabra Muller yang biasanya menyerang dengan membelit rumput laut, sehingga memperlambat pertumbuhan rumput laut.


    7. Pemanenan


    Rumput laut biasanya dapat dipanen bila usia pemeliharaan sudah mencapai 45-60 hari (sekitar 2 bulan) dengan berat biasanya berkisar antara 500-600 gram. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pemanenan juga dapat dilakukan setiap tujuh hari sekali. Untuk penanganan pasca panen hampir sama dengan yang telah dijelaskan pada budidaya rumput laut di perairan pantai atau laut


    Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara budidaya rumput laut di tambak Yang Baik dan Menguntungkan  hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
    Wassalamualaikum Wr Wb, 

    Sabtu, 22 Juni 2013

    Cara Budidaya ikan Koi kolam terpal dengan panduan untuk pemula

    Bismillah

    Assalamualaikum Wr Wb, dalam kesempatan kita kali ini saya sebagai author dari blog http://tutorkap.blogspot.com/ ini akan memberikan beberapa informasi dan tutorial bagaimana cara mengelola berbagai bisnis mulai yang sederhana sampai benar-benar memiliki aset investasi besar.tak ternilai harganya untuk dimasa yang akan datang. Untuk itu anda bisa membaca beberapa trik usaha yang berjudul Cara Budidaya ikan Koi kolam terpal dengan panduan untuk pemula ini secara lengkap eserta triknya dibawah ini :
    http://tutorkap.blogspot.com/2013/06/
    Cara.Budidaya.ikan.Koi.kolam.terpal.html
    Kolam Terpal Dapat Diaplikasikan Pada Daerah Kurang Air
    Bagi anda yang tinggal di pesisir pantai yang notabene tanahnya berpasir dan kurang mampu menahan air (porous), kolam terpal merupakan pilihan yang tepat untuk budidaya ikan. Budidaya ikan pada kolam tanah di daerah pesisir pantai atau daerah lain yang tanahnya porous akan menemui kendala karena air akan terus berkurang karena langsung meresap ke tanah. Kolam terpal inilah solusi yang ciamik jika anda ingin mencoba usaha budidaya ikan.

    Suhu Air di Kolam Terpal Lebih Stabil
    Pengalaman pembudidaya gurame di Kulon Progo membuktikan kolam terpal mampu menahan fluktuasi suhu kolam yang biasanya terjadi saat perubahan musim. Rahasianya terletak pada alas sekam yang ditebar sebelum terpal di pasang. Pada musim kemarau alas sekam tersebut disiram air agar cepat busuk. Proses pembusukan sekam ini kemudian menghasilkan panas yang pada akhirnya mampu menjaga suhu air di kisaran ideal untuk budidaya gurame.

    Ikan Kolam Terpal Tidak Berbau Tanah
    Berbeda dengan budidaya di kolam tanah yang biasanya ikan hasil panenan masih berbau lumpur, ikan hasil budidaya di kolam terpal sama sekali tidak berbau lumpur. Ikan yang tidak berbau lumpur relatih lebih disukai oleh para konsumen.

    Panen Ikan Lebih Mudah
    Karena ukurannya yang umumnya tidak terlalu besar, panen ikan di kolam terpal relatif lebih mudah dilakukan. Selain itu dasaran kolam terpal biasanya hanya terdapat sedikit lumpur atau malah tidak ada sama sekali sehingga panen ikan di kolam terpal lebih mudah untuk dilakukan.

    Pengolahan Kolam Terpal Lebih Cepat
    Proses pembersihan dan pengeringan kolam terpal sebelum digunakan kembali jelas lebih cepat dibanding dengan kolam tanah. Proses pembersihan dan pengeringan ini lazim dilakukan para pembudidaya ikan untuk memutus mata rantai bibit penyakit. Kolam tanah umumnya memerlukan waktu 2-7 hari untuk proses pengeringan. Kolam terpal hanya memelukan waktu beberapa jam saja atau paling lambat 1-2 hari untuk proses pengeringan.

    Padat Tebar Benih Ikan Lebih Tinggi
    Pada budidaya ikan di kolam tanah umumnya jarang dilakukan pembersihan kotoran ikan dan sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam. Penumpukan sisa pakan dan kotoran ikan ini kemudian akan menghasilkan amonia dan hidrogen sulfida yang bersifat racun bagi ikan. Ikan pun kemudian ogah untuk berenang di dasar kolam. Akibatnya ruang gerak ikan menjadi terbatas.


    Lain halnya jika budidaya ikan dilakukan pada kolam terpal. Kotoran ikan dan sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam lebih mudah dibersihkan dengan cara disedot (shift pond). Ruang gerak ikan menjadi lebih luas karena ikan dapat berenang di dasar kolam tanpa takut teracuni amonia.

    Jarang Ditemui Hama & Penyakit
    Hama yang memangsa ikan khususnya benih jarang ditemui di kolam terpal. Selain itu ikan yang di budidayakan pada kolam terpal relatif jarang terserang penyakit.

    Kelangsungan Hidup Ikan Lebih Tinggi
    Karena kualitas air yang lebih terkontrol serta minimnya serangan hama dan penyakit maka kelangsungan hidup (survival rate) ikan ikan yang dibudidayakan lebih tinggi. Pengalaman pembudidaya lele sangkuriang pada kolam terpal, kelangsungan hidup ikan lele yang dipelihara bisa mencapai 95 %.

    Jika anda memiliki berbagai pertanyaan tentang tema judul Cara Budidaya ikan Koi kolam terpal dengan panduan untuk pemula  hari ini, anda bisa menuangkan pendapat anda dengan mengisi kolom komentar yang terdapat dibawah ini. Terima kasih karena anda telah membaca tutorial blog sederhana ini.
    Wassalamualaikum Wr Wb,